Reog Ponorogo adalah topeng berbentuk singa dengan mahkota yang berasal dari ponorogo Jawa Timur. Reog merupakan pertunjukan adat untuk menyambut para tamu dari luar yang menuju kota ponorogo.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong
", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak
yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi
mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok
dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok
. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono
, Dewi Songgolangit
, dan Sri Genthayu.
- Kenapa Reog ingin diklaim Malaysia?
Kenapa Reog ingin diklaim oleh malaysia? Padahal itu berasal dari pulau Jawa dan sangat jauh dari Malaysia bukan? Ya itu karena kita terutama anak muda sudah tidak memperhatikan lagi kesenian - kesenian yang ada di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga salah, karena bila Malaysia tidak ingin mengklaimnya maka mungkin 60% masyarakat Indonesia tidak ada yang tahu apa itu reog, dari mana asalnya, dan apa sejarah dari reog tersebut.
Jadi Apa Solusinya? Apakah harus diklaim oleh negara lain dahulu baru kita mengenal kesenian - kesenian yang ada di Indonesia?
Sebaiknya, Indonesia haruslah sering mengadakan jambore - jambore tentang budaya Indonesia atau mengadakan penguluhan tentang netapa pentingnya budaya Indonesia. Pemerintah selama ini terlalu bodoh dan kita sebagai generasi muda terlalu banyak asik dalam dunia sendiri. Apakah anda setuju dengan pendapat saya? Silakan komentari. Terima Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar